Isikan Kata Kunci Untuk Memudahkan Pencarian

Loading...

822. Internalisasi Nilai-Nilai Agama Islam Terhadap Tingkah Laku Siswa Melalui Kegiatan Ekstrakurikuler Kerohanian Islam

ABSTRAK Masalah moralitas dikalangan pelajar sekarang ini menjadi suatu pembahasan penting bagi dunia pendidikan. Karena banyak siswa yang menunjukkan tingkah laku yang kurang terpuji seperti banyak siswa yang terlibat tawuran, melakukan tindakan kriminal, kekerasan, pencurian, penodongan, pergaulan bebas antara laki-laki dan perempuan yang tidak ada sekatnya lagi, penyimpangan seksual bahkan pengguna obat-obatan terlarang. Sehingga diperlukan adanya internalisasi nilai-nilai agama Islam yang memberikan pengaruh terhadap tingkah laku siswa melalui pelatihan atau bimbingan seperti kegiatan ekstrakurikuler kerohanian Islam yang ditetapkan oleh madrasah. Oleh karena itu, internalisasi nilai-nilai agama Islam melalui kegiatan ekstrakurikuler kerohanian Islam dapat dijadikan sebagai solusi dalam membentuk tingkah laku agar siswa memiliki akhlak yang baik. Adapun tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pelaksanaan internalisasi nilai-nilai agama Islam terhadap tingkah laku siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler kerohanian Islam di MAN Malang I, dan untuk mendeskripsikan yang menjadi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Dalam melakukan pengumpulan data, penulis menggunakan metode observasi, wawancara (interview) dan dokumentasi dengan menggunakan analisis deskriptif untuk menggambarkan, menuturkan, dan melukiskan data yang diperoleh dengan menggunakan kata-kata atau kalimat yang dipisah-pisah menurut kategori data penelitian guna mendapatkan suatu kesimpulan. Hasil penelitian yang penulis dapatkan tentang proses internalisasi nilai-nilai agama Islam terhadap tingkah laku siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler kerohanian Islam di MAN Malang I adalah dengan mengunakan dua cara yaitu langsung dan tidak langsung. Cara langsung menggunakan beberapa metode yaitu keteladanan, pembiasaan, pengawasan, nasehat, hukuman. Cara tidak langsung melalui belajar di kelas. Proses internalisasi nilai-nilai agama Islam di MAN Malang I terdapat tahapan-tahapan yaitu pertama, tahap pemberian pengetahuan yaitu proses memberikan pengetahuan tentang nilai-nilai yang baik dan buruk. Kedua, tahap pemahaman merupakan komunikasi dua arah bersifat interaksi timbale balik, Ketiga, tahap pembiasan merupakan proses membiasakan diri mengikuti kegiatan ekstrakurikuler kerohanian Islam, seperti shalat dhuhur berjamaah dan sebagainya. Keempat, transinternalisasi adalah menampilkan sosok kepribadian (mentalnya) bukan lagi sosok fisiknya. Faktor pendukung internalisasi nilai-nilai agama Islam terhadap tingkah laku siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler kerohanian Islam di MAN Malang I adalah sebagian siswa MAN Malang I adalah lulusan dari tsanawiyah dan menyediakan sarana prasarana seperti masjid dan sebagainnya. Sedangkan faktor penghambatnya adalah sebagian siswa MAN Malang I lulusan dari sekolah umum dan dari latar belakang keluarga yang kurang menerapkan ajaran agama Islam kepada anaknya, juga ada dari beberapa guru yang kurang aktif dalam internalisasi nilai-nilai agama Islam dan adanya kejenuhan dari siswa dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler kerohanian Islam, sehingga diperlukan adanya inovasi-inovasi yang dilakukan oleh para guru. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan internalisasi nilai-nilai agama Islam terhadap tingkah laku siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler kerohanian Islam di MAN Malang I dapat dikatakan terlaksana dengan baik. Faktor pendukungnya sebagai motivasi untuk mengatasi penghambat internalisasi nilai-nilai agama Islam melalui kegiatan ekstrakurikuler kerohanian Islam di MAN Malang I agar dapat diselesaikan dengan baik.
File Selengkapnya.....