Isikan Kata Kunci Untuk Memudahkan Pencarian

769. Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam Berbasis Pondok Pesantren

ABSTRAK Skripsi ini membahas masalah pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam berbasis Pondok pesantren, yaitu kurikulum Pendidikan Agama Islam yang dikembangkan sesuai dengan kondisi masyarakat Penelitian ini dilatar belakangi oleh keadaan masyarakat yang selalu mengalami perkembangan sehingga berbagai keadaan dan pola hidup masyarakat juga turut berubah. Dengan pengembangan kurikulum berbasis Pondok Pesantren diharapkan siswa nantinya dapat menjadi anggota masyarakat sesuai dengan kondisi dan harapan masyarakat serta siap menghadapi segala perkembangan. Namun karena pengembangan kurikulum ini melibatkan masyarakat terdapat beberapa kendala yang dihadapi, antara lain dukungan masyarakat yang kurang terhadap pengembangan kurikulum. Misalnya sikap yang menyerahkan semua urusan pendidikan pada lembaga/sekolah padahal dalam realita untuk mengembangkan pendidikan terutama dalam hal kurikulum memerlukan kerja sama dari semua pihak. Penelitian ini dilakukan di (SMA) Darussyahid Sampang, karena sebagai sekolah yang ada di bawah naungan pondok pesantren, SMA Darussyahid dinilai mampu mengidentifikasi kondisi dan kebutuhan masyarakat, sehingga mampu pula untuk mengembangkan kurikulum Pendidikan Agama Islam berbasis Pondok Pesantren. Untuk mengungkapkan pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam berbasis Pondok Pesantren di (SMA) Darussyahid sampang maka penelitian ini dilakukan dengan rumusan masalah sebagai berikut: (1) Bagaimana pelaksanaan dan pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam berbasis berbasis Pondok Pesantren?, (2) apa saja yang menjadi faktor penghambat dan pendukung daam mengembangkan kurikulum Pendidikan Agama Islam berbasis berbasis Pondok Pesantren di Sekolah Menengah Atas Darussyahid Sampang?. Dengan demikian tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Mendeskripsikan tentang pelaksanaan dan pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam berbasis berbasis Pondok Pesantren di SMA Darussyahid Sampang, (2) Mendeskripsikan tentang faktor penghambat dan pendukung dalam Pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam berbasis berbasis Pondok Pesantren, di SMA Darussyahid Sampang. Penelitian ini dilaksanakan di (SMA) Darussyahid Sampang dengan menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus. Tehnik pengumpulan data yang digunakan adalah: (1) Wawancara/Interview, (2) Dokumentasi, dan (3) Observasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa SMA Darussyahid Sampang telah mengembangkan kurikulum Pendidikan Agama Islam berbasis berbasis Pondok Pesantren dan dinilai berhasil meskipun belum maksimal. Keberhasilan ini terkait dengan beberapa faktor pendukung berikut: (1) tenaga pengajar, (2) sarana dan prasarana, (3) kegiatan keagamaan, (4) tambahan jam pelajaran, dan (5) dukungan masyarakat. Disamping itu juga beberapa masalah yang mempengaruhi pengembangan kurikulum ini, yaitu: (1) kurikulum yang sering berubahubah, (2) kegiatan siswa yang padat, (3) latar belakang keagamaan keluarga, (4) latar belakang pendidikan siswa yang beragam, (5) kegiatan keagamaan, dan (6) keterlibatan masyarakat. pengemabnagn kurikulum Pendidikan Agama Islam berbasis Pondok Pesantren ini dapat dikategorikan ke dalam model kurikulum rekontruksi sosial. Dengan hasil penelitian sebagaimana diuraikan di atas, maka beberapa saran yang dapat disampaikan oleh penulis adalah: (1) sekolah hendaknya dapat mengidentifkasi dengan baik keadaan dan kebutuhan masyarakat sehingga dapat mengembangkan urikulum sebagaimana kondisi masyarakat yang ada, misalnya bahwa masyarakat tidak hanya menginginkan out put yang terampil namun juga memilki moral yang baik dalam pergaulan sosialnya, (2) melaksanakan tata tertib yang telah disusun dengan baik untuk meningkatkan kedisipinan, (3) memberikan kesempatan kepada guru untuk mengikuti pelatihan, seminar, atau kegiatan lain untuk memperdalam pemahaman guru terhadap kurikulum yang sedang dikembangkan, (4) meningkatkan keterlibatan masyarakat, khususnya orang tua, dalam membuat kebijakan lembaga atau menangani masalah yang dihadapi siswa.
File Selengkapnya.....