Isikan Kata Kunci Untuk Memudahkan Pencarian
864. Pengaruh Pekerjaan Orang Tua Terhadap Semangat Belajar Siswa
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pembangunan yang ada di masyarakat merupakan salah satu usaha untuk melakukan perubahan terhadap keadaan menjadi lebih baik dan berarti, di mana usaha tersebut harus dilakukan secara terus-menerus untuk mencapai kesejahteraan dalam hidup.
Sebagaimana kita ketahui dalam realita kehidupan, bahwa peran dalam keluarga serta kewajiban orang tua adalah mencari dan memberi nafkah kepada anak-anaknya, baik laki-laki maupun perempuan semenjak mereka dilahirkan. Memberi nafkah adalah untuk memenuhi kebutuhan, baik bersifat material maupun mental.
Bekerja merupakan tugas mendasar manusia. Sebab, manusia tidak dapat dilepaskan dari sebuah kebutuhan, yang itu membutuhkan kerja atau tindakan. Kebutuhan itu bermacam-macam, berkembang, dan berubah. Seseorang bekerja karena ada sesuatu yang hendak dicapainya, dan orang berharap bahwa aktivitas kerja yang dilakukannya akan membawanya kepada suatu keadaan yang lebih memuaskan dari pada sebelumnya.
Dengan jalan bekerja, orang tua akan memperoleh apa yang dinamakan nafkah lahir yang bersifat jasmaniah, seperti halnya: sandang, pangan, papan dan sebagainya. Di samping kebutuhan jasmaniah, anak membutuhkan nafkah rohani atau mental seperti halnya: kesejahteraan, agama, pendidikan dan sebagainya.
Misalnya, anak membutuhkan pendidikan dari orang tua, dan sebaliknya, orang tua harus mendidik anak. Jika orang tua tidak mampu mendidik anaknya oleh sebab tuntutan pekerjaan, oangtua dapat menyerahkan urusan pendidikan anak pada lembaga pendidikan.
Dalam menjadi kehidupan, hampir di dunia ini tidak ada yang grais, termasuk menyerahkan anak pada lembaga pendidikan. Dengan kata lain, untuk memberikan kesempatan pada anak agar bisa mengikuti kegiatan beljar mengajar di lembaga pendidikan (baca: sekolah), maka orang tua hendaknya menyediakan dana untuk itu. Jika tidak, sebagaimana yang kita banyak lihat di lingkunan masyarakat, ada banyak anak berusia dini tidak adapat mengenyam pendidikan karena orang tuanya tidak memiliki biaya.
Mengingat makin tinggi jenjang pendidikan, maka makin tinggi pula biaya yang diperlukan. Hal ini tentunya akan mempengaruhi seseorang untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Apalagi kalau kita lihat di tengah masyarakat, kekuatan ekonomi seseorang beragam, termasuk juga masyarakat di Desa Ellak Daya Lenteng Sumenep (tempat lokasi penelitian).

